Hal tersebut seperti diungkapkan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Marzan Iskandar dalam Talk Show 'Indonesia Menuju Energi Hijau' di Auditorium BPPT, Jakarta, Rabu (3/7/2013).
"Energy Security Indonesia tidak aman, hal tersebut terbukti dari cadangan energi kita misalnya batubara, minyak, dan gas yang akan habis dalam beberapa tahun lagi," ucap Marzan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sama halnya dengan gas, cadangan gas yang dimiliki Indonesia mencapai 104,72 TSCF (triliun kaki kubik feed), sementara produksi per tahun mencapai 3,4 juta MMSCF (juta kaki kubik feed). Artinya cadangan yang dimiliki Indonesia akan habis dalam 30,8 tahun lagi," ungkapnya.
Bahkan untuk minyak bumi Indonesia, cadangan yang dimiliki saat ini akan habis dalam waktu 12,8 tahun lagi.
"Minyak kita cuma tinggal 4,2 miliar barel dan akan habis dalam 12,8 tahun lagi. Ini artinya ketahanan energi Indonesia saat ini belum aman," kata Marzan.
Untuk itu, sudah saatnya dari sekarang ini Indonesia memfokuskan diri untuk membangun potensi sumber energi yang lebih aman dalam jangka panjang dan terbarukan.
"Kita punya potensi hydro atau air yang memiliki cadangan setara 845 miliar barel oil equivalen, Geothermal atau panas bumi Indonesia punya cadangan mencapai 219 miliar barel oil equivalen dan banyak lagi mulai dari biomass, mini hydro, sampai uranium," kata Marzan.
(rrd/dnl)










































