"Pertamina membutuhkan dolar tiap harinya sekitar US$ 150 juta per harinya," ungkap Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir, kepada detikFinance, Kamis (11/7/2013).
Dikatakan Ali, uang dolar sebanyak itu digunakan Pertamina untuk membeli minyak impor. Memang sebagian besar kebutuhan BBM berasal dari impor, hal ini karena produksi minyak Indonesia yang didapat hanya mencapai 560.000 barel per hari, sementara kebutuhan BBM nasional per hari mencapai 1,4 juta barel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mendapatkan dolar sebanyak itu, kata Ali, Pertamina berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI). "Dari koordinasi dengan BI itu kita dibantu dapat dolar dari 3 bank BUMN, yakni Bank Mandiri, BRI, dan BNI," katanya.
(rrd/dnl)











































