Gelontorkan Rp 352 Miliar, Jepang Ingin Jadikan Pabrik Indonesia Hemat Energi

Gelontorkan Rp 352 Miliar, Jepang Ingin Jadikan Pabrik Indonesia Hemat Energi

- detikFinance
Senin, 15 Jul 2013 12:45 WIB
Gelontorkan Rp 352 Miliar, Jepang Ingin Jadikan Pabrik Indonesia Hemat Energi
Jakarta - Organisasi Jepang The New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO) menjadikan Indonesia sebagai proyek percontohan penerapan kawaan industri smart communities in industrial parks.

"Mou ini merupakan joint project antara perusahaan Jepang dan Indonesia serta PT PLN untuk memperkenalkan infrastruktur dan komunitas cerdas di kawasan Industri salah satunya yang menjadi percontohan adalah kawasan industri Suryacipta City di Karawang," ujar Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) usai menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak NEDO, di Kantornya, Senin (15/7/2013).

Kata Rida, kerjasama ini untuk menerapkan demonstration project fo Smart Communities in Industrial Park ini adalah salah satu upaya untuk menerapkan efisiensi energi di sektor industri. Penerapan proyek ini merupakan yang pertama di lakukan NEDO di kawasan Asia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Upaya ini juga sejalan untuk mengendalikan laju permintaan energi. Permintaan energi nasional saat ini relatif tinggi mencapai 7% per tahun, apalagi konsumsi energi di sektor energi paling banyak yakni mencapai 38% terhadap konsumsi energi nasional," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PLN Nur Pamudji mengatakan, apa yang dilakukan NEDO ini berpotensi penghematan energi di sektor industri mencapai 10-30%.

"Teknologi yang diterapkan NEDO ini berpotensi penghematan energi bagi industri mencapai 10%-30%, tergantung masing-masing pabriknya," ucap Nur.

Sementara itu Direktur Eksekutif NEDO, Hiroshi Kuniyoshi mengungkapkan pihaknya mengeluarkan dana investasi untuk proyek di Suryacipta City ini mencapai 3,5 miliar Yen atau mencapai (Rp 352 miliar).

"Investasi untuk proyek ini mencapai 3,5 miliar Yen, kerjasamanya nanti masing-masing perusahaan yang terlibat akan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan proyek tersebut," ujar Hirosi melalu penerjemah bahasa.

Kegiatan ini merupakan proyek kerjasama antara Jepang dan Indonesia dengan melibatkan perusahaan Jepang dan Indonesia yakni Sumitomo Corporation, Mutshubishi Electric, Fuji Electric, NTT Communications, PT PLN dan PT Suryacipta Swadaya.

"Proyek ini memiliki tiga teknologi utama yakni Technology for stabilizing electricity quality, sebuah distribusi automatik sistem untuk menstabilkan tegangan di sistem daya dengan kualitas tinggi, ada pula teknologi energy conservation and regulating demand and supply menggunakan energy management system serta teknologi ICT platform as common base. Proyek ini akan berjalan selama 2,5 tahun ke depan," tandasnya.

(rrd/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads