Pengusaha Dukung Pemerintah Bangun Industri Smelter Minerba

Pengusaha Dukung Pemerintah Bangun Industri Smelter Minerba

- detikFinance
Senin, 15 Jul 2013 12:58 WIB
Pengusaha Dukung Pemerintah Bangun Industri Smelter Minerba
Ilustrasi Foto: dok detikFinance
Jakarta - Pelaku usaha mendukung kebijakan pemerintah dalam mendorong dan memperbanyak program hilirisasi minerba melalui pembangunan industri pengolahan dan pemurnian (smelter) di dalam negeri.

"Selama ini impor bahan baku untuk kebutuhan industri hilir mencapai 80% dari seluruh industri hilir yang ada di dalam negeri," kata Direktur Utama PT Indosmelt Natsir Mansyur dalam siaran persnya, di Jakarta, Senin (15/7/2013).

Dia menyebutkan, Indonesia mempunyai cadangan minerba sangat besar sehingga mulai 4 sampai 30 tahun ke depan Indonesia harus menjadi negara penghasil tambang yang telah diolah untuk kebutuhan dunia, contohnya emas untuk cadangan devisa nasional dan ekspor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perbandingan cadangan devisa emas di Bank Indonesia (BI) hanya 90 ton, Amerika 4000 ton, dan China 3.500 ton. Sementara produk aluminium dan nikel serta besi Indonesia berpeluang untuk mensuplai kebutuhan dunia.

"Jadi apanya yang sulit bagi Indonesia untuk menbangun smelter," katanya.

Terkait hal itu, Menurut Natsir, langkah pemerintah untuk memperbanyak industri pengolahan minerba dalam negeri dinilai merupakan langkah yang tepat, terutama industri smelter yang merupakan industri pioner, dengan mengacu kepada UU Minerba No.4/2009, Inpres no.3/2013 serta Permen ESDM No.7/2012.

Industri smelter tersebut di antaranya smelter tembaga/emas, aluminium, nikel, besi, dan mineral yang lain, karena industri tersebut menghasilkan bahan baku untuk industri hilir dalam negeri.

Natsir mengatakan, membangun industri smelter sifatnya bervariatif tergantung pada jenis mineral logam yang akan diproduksi. Menurutnya, membangun smelter bukan hal yang sulit dibangun oleh pengusaha nasional asalkan pemerintah bisa konsisten terhadap penerapan aturan yang mendukung pembangunan industri smelter.

Pihaknya berharap, tahun 2014 bisa menjadi titik kembangkitan Indonesia di bidang industri pengolahan hasil minerba melalui pembangunan smelter agar ekspor tanah air selama 30 tahun ke depan dapat teratasi.

Hal ini bisa sukses jika pemerintah, swasta dan BUMN saling bersinergi dan memahami betapa pentingnya industri smelter ini dibangun oleh indonesia, khususnya oleh para pelaku ekonomi nasional.

"Pemerintah harus jelas, tegas dan konsisten karena industri smelter ini industri pioner dengan investasi besar, berjangka pajang dan teknologi tinggi. Sehingga dibutuhkan kepastian hukum dan adanya insentif lainnya," kata Natsir.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads