117 Kendaraan Dinas Beralih ke BBG, SKK Migas Hemat Rp 1,5 Miliar/Tahun

117 Kendaraan Dinas Beralih ke BBG, SKK Migas Hemat Rp 1,5 Miliar/Tahun

- detikFinance
Selasa, 16 Jul 2013 14:25 WIB
117 Kendaraan Dinas Beralih ke BBG, SKK Migas Hemat Rp 1,5 Miliar/Tahun
Foto: SPBG (dok-detikFinance)
Jakarta - Sebanyak 117 unit kendaraan operasional Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) saat ini beralih dari menggunakan BBM ke Bahan Bakar Gas (BBG).

Kepala Sub Bagian Komunikasi dan Protokol SKK Migas Agus Budiyanto mengatakan, dalam periode Januari hingga Juni 2013 tercatat SKK Migas sudah mengkonversi 117 unit kendaraan operasional yang awalnya menggunakan BBM non subsidi pindah ke BBG.

"Kendaraan operasonal tersebut ada di enam KKKS (perusahaan minyak) yaitu di Chevron Pacific Indonesia sebanyak 56 unit, di Medco EP sebanyak 37 unit, di Pertamina EP sebanyak 10 unit, di PHE ONWJ sebanyak 5 unit, di PHE WMO sebanyak 4 unit, dan di ConocoPhilips sebanyak 5 unit," kata Agus dalam keterangan tertulisnya, Rabu (16/7/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kata Agus, langkah ini merupakan komitmen SKK Migas untuk melakukan konversi penggunaan BBM ke BBG, baik di SKK Migas sendiri maupun di KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama).

"Apa yang kami lakukan di industri hulu minyak dan gas bumi dalam mendorong konversi BBM ke BBG memang sangat kecil. Tapi kami yakin bahwa dengan memulai dari diri sendiri, dari sesuatu yang kecil untuk perubahan yang besar maka perubahan besar itu dapat diwujudkan,” ujar Agus.

Selain itu dari konversi penggunaan BBM non subsidi ke BBG ini didapat potensi pengurangan CO2e/tahun sebesar 340.47 ton per tahun.

"Selain itu ada potensi penghematan biaya BBM non subsidi per tahun sebesar Rp 1,5 miliar dari beralihnya 117 unit kendaraan menggunakan BBG, itu dengan asumsi harga Pertamax per 15 Juni Rp 9.100 per liter," ungkap Agus.

Total jumlah kendaraan operasional KKKS pada tahun 2013 mencapai 2.846 unit kendaraan sementara asumsi pengurangan emisi rata-rata per unit kendaraan dari program konversi penggunaan BBM ke BBG sebesar 2,91 ton CO2e per tahun dan penghematan BBM rata-rata per unit kendaraan sebesar 1.432,3 liter per tahun.

Maka jika program konversi penggunaan BBM non subsidi ke BBG dilaksanakan untuk 2.846 kendaraan operasional akan terdapat potensi pengurangan penggunaan BBM hingga mencapai 4.076.325 liter per tahun atau setara dengan penghematan sebesar Rp37 miliar per tahun dan pengurangan emisi sebesar 8.281,86 ton CO2e per tahun.

"SKK Migas sangat berharap program konversi penggunaan BBM ke BBG di industri hulu migas dapat terlaksana secara keseluruhan namun demikian pelaksanaan program ini juga akan sangat tergantung pada infrastruktur penyedia BBG seperti stasiun pengisi BBG dan lainnnya," pungkasnya.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads