Lewat penghentian produksi ini, maka minyak Pertamina yang tidak diproduksi adalah 12 ribu barel per hari.
"Kita masih menghentikan produksi minyak di Tempino dan menghentikan pasokan minyak mentah ke kilang minyak Plaju," ungkap Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir saat dihubungi, Senin (29/7/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami baru mau produksi minyak lagi di Tempino jika ada jaminan dari pihak kepolisian dan TNI, jaminan agar minyak kita tidak kembali dicuri," ucap Ali.
Diakui Ali, penghentian produksi ini akan menurunkan produksi dan lifting minyak Indonesia, dan tentunya akan menurunkan pendapatan negara.
"Turunnya 12.000 barel per hari dikalikan US$ 106 per barel pendapatan yang tertunda bisa mencapai Rp 13,04 miliar per hari, namun dari pada kita produksi minyaknya dicuri, ruginya lebih besar, buat apa kita produksi tapi minyaknya dicuri," ujar Ali.
(rrd/dnl)











































