Petugas PLN Sering Berantem dengan Pelanggan Saat akan Putus Aliran Listrik

Petugas PLN Sering Berantem dengan Pelanggan Saat akan Putus Aliran Listrik

- detikFinance
Selasa, 30 Jul 2013 11:15 WIB
 Petugas PLN Sering Berantem dengan Pelanggan Saat akan Putus Aliran Listrik
Jakarta - PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang mengungkapkan setiap hari ada saja pelanggan yang harus diputus aliran listriknya akibat menunggak tagihan listrik selama 3 bulan. Bahkan tak jarang para petugas harus adu mulut hingga fisik dengan pelanggan yang tak terima aliran listrik rumahnya diputus.

"Dan selalu, ketika kami harus melakukan tugas kami yakni memutus aliran listrik, selalu saja petugas kita harus berantem dulu dengan pemilik rumah, mulai berantem lewat kata-kata sampai ada yang terjadi pemukulan kepada petugas kami," ucap Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Disjaya, Roxy Swagerino, Selasa (30/7/2013).

Untuk itu, sejak dua tahun terakhir PLN menerapkan kebijakan setiap pemasangan listrik baru sistem pembayaran listriknya harus prabayar (pulsa token) tidak ada lagi pelanggan baru pascabayar. Hal ini untuk menghindari pelanggan PLN terus-terusan nunggak tagihan listrik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sejak dua tahun ini tiap ada pelanggan baru, kita gunakan sistem prabayar, pakai pulsa, intinya pulsa habis pelanggan tidak dapat listrik, beli pulsa pelanggan bisa nikmati listrik," katanya.

Selain itu kata Roxy, penggunaan sistem prabayar ini baik bagi PLN. "Bagi PLN sistem prabayar ini lebih baik, karena lebih mengamankan revenue (pendapatan) PLN dan lebih adil, pelanggan menikmati listrik sesuai pemakaian listriknya," ujarnya.

Menurut Roxy, bagi pelanggan industri ada sedikit perbedaan, PLN masih mentolerir tunggakan tagihan listrik pelanggan industri sebesar 3%-5% dari total tagihan listriknya.

"Kalau industri kita masih tolerir tunggakan 3%-5% dari total tagihan listriknya, ya ini karena wajar, kalau tidak utang berarti uangnya tidak mutar dong, tidak investasi, jadi wajar dilakukan para pengusaha," tandasnya.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads