Awalnya, pelaku menentukan titik pipa minyak yang akan dibocorkan. Titik itu salah satunya terletak di km 173, Simpang Telkom Kecamatan Tungkal Jaya, Sumatera Selatan. Usai dibocorkan, titik tersebut dipasangi selang berdiameter 3 inchi.
"Jadi langsung dimasukan ke dalam pipa, untuk menyedot minyak yang mengalir," kata salah seorang aparat TNI bernama Agus kepada detikFinance di Jambi, Jumat (2/8/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi dari sungai ini disedot lagi dengan pipa paralon. Itu panjangnya 5 km," ujarnya.
Pipa tersebut, akan tersambung dengan kendaraan yang memiliki tanki-tanki. Kendaraannya mulai dari truk hingga mobil-mobil biasa, seperti APV, Kijang, dan Avanza.
"Di sana juga ada kendaraan yang menunggu dengan tanki-tanki besar. Yang bergantian mengisi minyak yang keluar dari pipa itu. Ini tidak mungkin dilakukan 1 atau 2 orang," sebutnya.
Saat ini karena banyaknya pencurian minyak mentah lewat pipa ini, maka Pertamina menghentikan produksi minyak mentahnya lewat pipa ini.
(dnl/dnl)











































