Hal tersebut seperti diungkapkan Direktur Bahan Bakar Minyak (BBM) Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Djoko Siswanto, ketika ditemui di kantor pusat BPH Migas, Jakarta, Jumat (2/8/2013).
"Kilang minyak di Tempino disetop produksinya, maling-maling minyaknya pindah ke Jawa," ungkap Djoko.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini, kata Djoko, terbukti terkuaknya kasus pencuarian minyak BBM di pipa BBM Balongan dan Tasikmalaya. "Pertama di pipa BBM berisi solar di Balongan di-tapping atau dibolingi pipanya, kedua pipa premium berisi Premium di-tapping juga," ungkapnya.
Djoko menduga kuat pelaku pencurian minyak di Balongan dan Tasikmalaya merupakan pelaku yang sama di Tempino-Plaju.
"Ini kami duga pelakunya sama, karena metode pencuriannya sama, alat-alat yang digunakan sama, mereka pindah karena di Tempino tidak ada lagi minyaknya," tandasnya.
(rrd/dnl)











































