Pencurian Berkurang, Pertamina Mulai Produksi Minyak Lagi di Sumsel

Pencurian Berkurang, Pertamina Mulai Produksi Minyak Lagi di Sumsel

Rista Rama Dhany - detikFinance
Selasa, 13 Agu 2013 14:25 WIB
Pencurian Berkurang, Pertamina Mulai Produksi Minyak Lagi di Sumsel
Foto: Pencurian Minyak (Rista-detikFinance)
Jakarta - Anak usaha Pertamina yaitu PT Pertamina EP kembali memproduksikan minyak lewat pipa Tempino-Plaju di Sumatera Bagian Selatan, setelah beberapa minggu berhenti produksi karena minyaknya dicuri besar-besaran.

"Sudah mulai sedikit-sedikit (kembali produksi), tapi belum full (penuh)," ujar Presiden Direktur Pertamina EP Syamsu Alam saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (13/8/2013).

Dikatakan Syamsu, Pertamina EP mulai kembali memproduksi minyak di Tempino dan mengirim minyaknya ke Plaju. Produksi sudah dilakukan selama 3 hari terakhir ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita coba pompa minyaknya dari Tempino ke Bentayan, tekanannya oke, nggak ada masalah, kalau misalnya sampai akhir bulan ini semuanya normal, nggak ada bocor lagi, kita pompa terus," kata Syamsu.

Ditambahkannya, karena masih hati-hati dan tidak terlalu penuh produksinya, minyak yang dikirim dari Tempino ke Bentayan hanya 3.000 barel per hari.

"Kalau normal sebenarnya 6.000 barel per hari, tapi sekarang setengahnya hanya 3.000 barel per hari, atau mungkin malah kurang karena kita nggak berani langsung pressure tinggi kan, kalau ada bocor lagi (dicuri) bahaya," ujarnya.

Namun, kata Syamsu, yang jadi masalah saat ini bukan pengetatan pengawasan, tetapi poinnya kalau cuma identifikasi pelaku pencuriannya sudah diketahui tapi bagaimana mengamankan pelaku supaya tidak melakukan pencurian kembali.

"Kita sudah identifikasi pelakunya, tapi bagaimana mengamankan pelaku supaya tidak melakukan pencurian lagi," katanya.

Namun Syamsu memperkirakan produksi di Tempino akan kembali normal pada akhir Agustus ini. "Mudah-mudahan akhir bulan ini sudah bisa produksi kembali normal 6.000 barel per hari," tandasnya.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads