Operasi ini adalah tindak lanjut menuntaskan penanganan kasus pencurian minyak mentah (crude oil) yang terjadi di jalur Tempino Menuju Plaju.
Komandan Danrim Musi Banyuasin 0461 Letnan Kolonel Haryantana mengatakan diperkirakan terdapat 300 titik kilang minyak tradisional ilegal yang beroperasi sepanjang 7 km. Mereka diduga kuat sengaja mencuri minyak dari pipa milik Pertamina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihaknya sendiri telah melakukan koordinasi dengan aparat kepolisian dan Satpol PP untuk membersihkan kilang minyak ilegal milik warga.
"Hampir 600 personel gabungan Polisi, Satpol PP dan TNI, kita standby dari jam 9 pagi tadi. Kita mengimbau agar masyarakat tidak terjadi kebocoran penyulingan ini dan kita bersihkan," imbuhnya.
Dalam melaksanakan tugas kali ini, pihaknya berjanji untuk mengambil persuasif walaupun beberapa personel TNI dan Polisi lengkap berpakaian dengan menggunakan senjata.
"Masyarakat yang menyuling kita himbau agar tindakan yang ilegal agar dihentikan. Tindakan kita awalnya tentu persuasif. Senjata lengkap itu uniform saja. Tindakan kami termasuk pengamanan," katanya.
Sementara itu, pengamatan detikFinance di lokasi, satuan unit buldozer mulai merubuhkan kilang minyak ilegal milik rakyat. Ratusan personel TNI dan Polisi bersiap siaga dengan menggunakan senjata laras panjang lengkap dengan peluru.
(wij/hen)











































