Masyarakat desa Simpang Bayat dan Bayat Hilir mengaku mendapatkan minyak mentah dari sumur minyak tua peninggalan Belanda. Mereka menolak keras tuduhan jika mereka sengaja mengambil minyak mentah dari pipa milik Pertamina.
"Kami dapat minyak mentah dari sumur tua minyak peninggalan Belanda bukan dari pipa Pertamina," ujar koordinator warga Bayat Hilir Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan Abdul Fuad, Kamis (15/8/2013).
Ia mengungkapkan di Desa Bayat Hilir, Kabupaten Musi Banyuasin ada ratusan sumur minyak peninggalan Belanda yang masih produktif. Minyak mentah lalu disuling secara massal dan ilegal oleh masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Kepala Desa Bayat Hilir Mustama Edi mengungkapkan ada 500 sumur tua minyak peninggalan Belanda yang masih produktif. Banyaknya sumur tua menyebabkan 95% masyarakat di Kabupaten Musi Banyuasin terutama Desa Bayat Hilir berprofesi sebagai pendulang dan penyuling minyak mentah.
"Ada 500 sumur di Kabupaten. Tidak benar ada isu pengambilan minyak dari pipa. Ini murni dari sumur minyak. Penduduk saya di Desa Bayat Hilir itu 2000 orang dan 95% berprofesi mengolah minyak. Bisnis ini dimulai sejak dari 2003," katanya.
(wij/ang)











































