Karen mengatakan, apabila angka inflasi bulanan tidak akan lebih dari 4%. Sebelumnya pada Juli 2013, angka inflasi mencapai 3,29%, akibat kenaikan harga BBM subsidi.
"Kalau inflasinya tidak lebih dari 4% kita coba, mudah-mudahan Oktober dampak inflasinya tidak besar," kata Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan saat ditemui di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Jumat (16/8/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mudah-mudahan nanti di Oktober-November ya. Kisaran kenaikan tergantung nanti. Kalau tidak mengizinkan harus ada kompensasi," kata Karen.
Perlu diketahui, harga elpiji 12 kg di tingkat agen saat ini adalah Rp 72 ribu/tabung atau maksimal Rp 75 ribu/tabung. Sementara untuk elpiji tabung 3 kg harganya Rp 12.500-Rp 15 ribu/tabung.
Apabila harga elpiji tidak naik, Pertamina memperkirakan tahun ini akan mencetak kerugian Rp 5,5 triliun. Pertamina sudah lama mengajukan kenaikan harga elpiji 12 kg kepada pemerintah. Namun sampai saat ini pemerintah belum memberikan lampu hijau.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengakui kerugian yang dialami Pertamina terkait penjualan gas elpiji 12 kg merupakan kelemahan perusahaan.
"Itu terus terang kelemahan Pertamina sebagai perusahaan dan juga kekuatan pertamina sebagai guru ekonomi nasional, emang pertamina kan perusahaan milik negara, perusahaan itu di manapun tergantung pemiliknya," kata Dahlan.
(dnl/dnl)










































