Anak usaha Pertamina yaitu Pertamina EP mengaku kecolongan adanya pencurian minyak mentah (crude oil) di pipa Tempino-Plaju Sumatera bagian Selatan. Padahal pipa minyak Tempino-Plaju baru sepanjang 265 km kondisinya masih baru.
"Iya (kecolongan), padahal pipa lama yang bocor telah digantikan dengan pipa yang baru dan mulai operasional tanggal 17 Juli 2013. Pipa baru Tempino-Plaju sepanjang 265 km ternyata sudah berlubang 59 titik hingga banyak menimbulkan kerugian," ungkap Field Manager PT Pertamina EP Aset 1 UBEP Jambi Wiko Migantoro saat berdiskusi dengan media di Kantor Pusat Pertamina EP Jambi, Jumat (15/8/2013).
Dari kejadian itu, setiap hari Pertamina menghitung kehilangan minyak mentah sebesar 1.400 barel. Hingga Pertamina memutuskan untuk memberhentikan penyaluran minyak melalui pipa Tempino-Plaju tanggal 25 Juli 2013 karena menderita banyak kerugian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, menurut Wiko, operasional penyaluran minyak mentah melalui pipa Tempino-Plaju kembali dibuka. Setiap harinya 12.000 barel minyak mentah disalurkan melalui pipa itu.
"Pipa saat ini sudah dioperasikan kembali. Kondisinya sekarang aman mungkin. Namun ada tambahan penyaluran minyak sebesar 0,81% dari total pengiriman. Mungkin saat dihentikan itu kan banyak minyak yang tersumbat. Terimanya lebih banyak. Sehari bisa lebih dari 12.000 barel," cetusnya.
(wij/dnl)











































