Chatib mengatakan, pasca keputusan harga BBM naik, dirinya dimusuhi oleh banyak orang. "Saya naikkan harga BBM subsidi dimusuhi semua orang," kata Chatib di sela acara halal bihalal di Auditorium kantor BKPM, Jakarta, Senin (19/8/2013).
Padahal, menurut Chatib, keputusan kenaikan harga BBM subsidi membuat pemerintah mempunyai tabungan sebesar Rp 18,4 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal, jika tidak ada tabungan dari keputusan menaikkan harga BBM subsidi tersebut, anggaran infrastruktur di 2014 turun.
"Harusnya anggaran infrastruktur tahun 2014 turun, tapi karena ada tabungan itu, jadinya naik," katanya.
Dengan mengalokasikan Rp 13 triliun ke infrastruktur, pemerintah berharap dapat menjadi stimulus terutama terbukanya lapangan kerja baru.
"Harapannya dengan tambahan anggaran ke infrastruktur yang berasal dari penghematan subsidi BBM akan terjadi tambahan lapangan kerja baru, ada pekerjaan, masyarakat mendapatkan pendapatan, ada pendapatan masyarakat bisa belanja, belanja ini akan mendorong ekonomi Indonesia," jelas Chatib.
Jika ingin anggaran infrastruktur tambah besar dan makin banyak lapangan kerja baru yang tersedia maka salah satunya menaikkan lagi harga BBM-nya.
"Tapi untuk menaikkan harga BBM lagi kan tidak mudah, itu keputusan politik dan dampaknya ke mana-mana, seperti saat ini inflasi Juli mencapai 3,3% naik tinggi dan berpengaruh daya beli dan investasi di customer goods juga kurang baik saat ini, dampak inflasi sendiri masih akan terasa di Agustus ini, mungkin September baru mulai normal," tandasnya.
(rrd/dnl)











































