"Lebih untung impor pertamax atau BBM ber-RON 90 atau 92 dari pada produksi premium sendiri di kilang dalam negeri," ujar Sekretaris BPH Migas Djoko Siswanto ketika dihubungi, Selasa (20/8/2013).
Djoko menjelaskan, harga pertamax di pasar internasional berfluktuatif, sementara produksi bensin di kilang sendiri lebih mahal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasan lebih mahal dan ruginya memproduksi premium sendiri, kata Djoko, adalah karena kilang minyak yang dimiliki saat ini usianya tua. "Karena usianya tua, sehingga tidak efisien, sehingga lebih mahal," ucapnya.
Djoko mencontohkan, misalnya harga bensin pertamax impor Rp 7.000 per liter, kalau premium produksi kilang sendiri lebih mahal 5%.
"Pertamax impor misalnya harganya Rp 7.000 per liter, produksi premium sendiri lebih mahal 5% atau Rp 350 per liter, berarti harga di kilang dalam negeri sekitar Rp 7.350 per liter, jadi kilang dalam negeri lebih mahal Rp 350 per liter dari impor," ujar Djoko.
(/)











































