Dolar Tembus Rp 11.000, Saatnya Kurangi Impor BBM US$ 113 Miliar

Dolar Tembus Rp 11.000, Saatnya Kurangi Impor BBM US$ 113 Miliar

Rista Rama Dhany - detikFinance
Selasa, 27 Agu 2013 17:30 WIB
Dolar Tembus Rp 11.000, Saatnya Kurangi Impor BBM US$ 113 Miliar
Foto: Tangki BBM (dok.detikFinance)
Jakarta -

Di tengah guncangan ekonomi yang menyebabkan dolar menyentuh Rp 11.000, kalangan pengusaha meminta pemerintah bisa mengurangi impor BBM yang membutuhkan dolar dalam jumlah besar setiap harinya.

Wakil Sekjen Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Franky Sibarani mengatakan, pihak pengusaha sangat mengharapkan pengurangan impor BBM ini.

"Kami mengharapkan terutama Pertamina mengurangi impor BBM-nya. Lihat saja US$ 133 miliar (per tahun) untuk impor BBM, sementara defisit perdagangan migas kita US$ 5 miliar. Penggunaan dolar yang banyak untuk impor ini membuat mata uang kita terus tertekan, jadi perlu pengelolaan dolar yang baik, kurangi impor BBM, kurangi impor barang mewah," tutur Franky di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta, Selasa (27/8/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Franky mengatakan, pengusaha berharap paket kebijakan yang dikeluarkan pemerintah bisa diterapkan segera, sehingga tekanan pada rupiah bisa diredam.

Kebijakan pemerintah menaikkan campuran biodiesel pada solar diharapkan segera terlaksana agar impor BBM bisa berkurang, dan defisit neraca perdagangan bisa ditekan. Ujungnya, tekanan pada rupiah bisa dikurangi.

(dnl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads