"Satu kilang kan dari APBN pemerintah, yang 2 kilang ini Senin kemarin saya dapat kabar masih dibahas antara Pertamina dengan investor, investornya mana saja nggak perlu disebutkan, hasilnya bagaimana sedang kita tunggu," ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Edy Hermantoro ditemui di Ruang Komisi VII DPR, Rabu (28/8/2013).
Terkait kilang yang dibiayai APBN, Edy menyebutkan dana yang dianggarkan mencapai Rp 90 triliun, dan saat ini sedang dilakukan feasibility study (FS) atau studi kelayakan oleh Pertamina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kapasitas pengolahan minyaknya 300.000 barel per hari, minyak mentahnya sampai saat ini direncanakan dari Irak," tandas Edy.
(rrd/hen)











































