Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, porsi penggunaan biodiesel akan ditingkatkan hingga 10% dalam tiap liter solar. Diharapkan dalam setahun, akan ada devisa sebesar US$ 2,8 miliar yang dihemat.
"Penggunaan biodiesel akan ada peningkatan. Dari yang sebelumnya menjadi 10%. Dengan adanya kebijakan ini maka akan terjadi penghematan devisa impor solar US$ 2,8 miliar," ungkap Hidayat di kantor Ditjen Pajak, Jakarta, Rabu (28/8/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hidayat mengatakan, aturan ini akan segera direalisasikan. Hidayat juga telah memastikan dunia usaha siap mendorong kebijakan mandatory (kewajiban) pemerintah. Terlihat dari kapasitas terpasang yang sebesar 5,6 juta KL.
"Biodisel itu dipenuhinya akan dari dalam negeri. Ini akan menghemat devisa US$ 2,8 miliar. Ini dalam waktu segera," jelasnya.
Hidayat menyatakan akan mendorong Agen Tunggal Pemegang Merk (APTM) untuk tetap memberikan garansi kepada kendaraan bermotor sesuai dengan garansi semula, walaupun menggunakan biodiesel sampai dengan 10%.
"Jadi walaupun ada tambahan biodiesel jadi 10% tapi garansi tetap sama," sebut Hidayat.
Kemudian akan ada sosialisasi teknis pada penggunaan biosolar pada industri secara umumnya, terutama industri kendaaraan bermotor dan mesin/perlatan pembangkit listrik.
(mkj/dnl)











































