Kontrak pengelolaan Blok Mahakam yang dipegang Total E&P asal Prancis, akan habis 2017. Pemerintah belum menentukan siapa yang akan menjadi operator selanjutnya.
Din Syamsuddin memberi peringatan kepada pemerintah terutama Menteri ESDM Jero Wacik, bila berani memperpanjangan kontrak Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation di Blok Mahakam, maka patut dicurigai ada korupsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Din dan sejumlah tokoh yang hadir mendatangi kantor Jero Wacik, sudah cukup Total dan Inpex puluhan tahun menguras gas di Blok Mahakam.
"Sudah cukup mereka menguras migas kita selama puluhan tahun, sudah saatnya Blok Mahakam kembali ke Indonesia dan dikelola oleh BUMN," ungkapnya.
Seperti diketahui, hari ini beberapa tokoh nasional seperti Ketua Umum Muhammadiyah, Ketua Majelis Ulama Indonesia, dan beberapa tokoh lainnya yang menamakan diri Koalisi AKbar Rakyat Selamatkan Negara (KARSN) menyampaikan petisi terkait Blok Mahakam kepada Menteri ESDM.
KARSN menuntut pemerintah segera memutuskan kontrak Blok Mahakam tidak diperpanjang pasca selesainya kontrak 2017, selain itu menunjuk dan mendukung keinginan Pertamina untuk menguasai Blok Mahakam secara penuh 100% sejak April 2017.
(rrd/dnl)











































