Itulah kondisi listrik di ibukota Provinsi Riau saat ini. Saban hari sudah berjalan lebih dua bulan ini terjadi pemadaan bergilir di Pekanbaru. Pemadaman rata-rata berdurasi bisa 4 sampai 5 jam dalam sehari yang dibagi menjadi tiga kali pemadaman.
Kondisi pemadaman bergilir ini kembali kambuh pasca Dahlan Iskan tak lagi menjadi Dirut PLN. Padahal semasa zaman Dahlan Iskan, kondisi kekurangan daya listri bisa diatasi dengan cara PLN menyediakan mesin pembangkit yang disewa dari Jawa. Pasca Dahlan tinggalkan PLN, program sewa pembangkitpun kini ditiadakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang setiap hari ada pemadaman bergilir, kalau tak pagi siang dan jengkelnya jika malam hari," kata Rodiansyah warga Pekanbaru kepada detikFinance, Kamis (29/8/2013).
Manager PLN Wilayah Riau-Kepri, Doddy Pangaribuan kepada detikFinance, tidak membantah kondisi pemadaman bergilir yang kini dirasakan warga. Dia menjelaskan, saat ini jaringan interkonekstas di Pekanbaru mengalami kekurangan daya sebesar 50 MW.
Kondisi itu terjadi, karena adanya kerusakan di PLTU Ombilin di Sumatera Barat. Ini ditambah lagi musim kemarau di Riau dan Sumbar yang membuat pembangkit PLTA tidak berfungsi maksimal.
"PLTA di Koto Kampar Riau, saat ini hanya berfungsi 1 turbin saja, karena debit air berkurang. Jadi total kekurangan daya kita saat ini 50 MW yang mengaruskan terjadinya pemadaman bergilir," kata Doddy.
Menurutnya, pemadaman bergilir ini masih akan berlangsung hingga Oktober mendatang. Begitupun PLN Riau tidak bisa menjadi bila kondisi bisa benar-benar pulih.
"Tapi kita tetap optimislah. Bagaimanapun kita tetap akan melakukan yang terbaik. Mudah-mudahan Oktober pemadaman tak ada lagi," kata Doddy.
(cha/ang)











































