Din Syamsuddin: RI Belum Sejahtera Karena Sumber Daya Alam Dikuras Asing

Din Syamsuddin: RI Belum Sejahtera Karena Sumber Daya Alam Dikuras Asing

Rista Rama Dhany - detikFinance
Kamis, 29 Agu 2013 17:55 WIB
Din Syamsuddin: RI Belum Sejahtera Karena Sumber Daya Alam Dikuras Asing
Jakarta - Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin mengungkapkan penyebab rakyat Indonesia sampai saat ini belum sejahtera karena sumber daya alam (SDA) dikuras dan diserahkan pihak asing, misalnya di sektor minyak dan gas (Migas).

"Makanya sampai saat ini Indonesia belum bisa sejahtera karena sumber daya alamnya dikuras dan diserahkan ke pihak asing," tegas Din Syamsuddin ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Kamis (29/8/2013).

Dikatakan Din Syamsuddin, namun bukan berarti dirinya anti asing, karena Indonesia harus punya pemikiran untuk maju di dunia Internasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami tidak anti asing, kita justru go international, namun hal-hal seperti ini (Blok Mahakam) yang mereka kuras selama puluhan tahun ya sudah cukup, tidak perlu lagi diperpanjang, kita mampu dan kita bisa, kita punya modal dan kita punya SDM yang mumpuni, anak bangsa ini bisa mengelola sumber daya alamnya sendiri," tegas Din.

Ia akan bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk mendapat kepastian apakah pemerintah memperpanjang kembali Blok Mahakam yang selama ini dikelola oleh Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation

"Ini akan bergulir terus, kami akan ketemu Pak SBY dalam waktu dekat, ini untuk memastikan agar Presiden tidak memperpanjang kontrak Blok Mahakam, karena saat ini ada gelagat ingin memperpanjang," tandasnya.

Hari ini, Din Syamsuddin bersama beberapza tokoh lainnya mulai dari MUI, Mantan Menteri Keuangan, BEM dan lainnya siang ini mendatangi Kantor Kementerian ESDM di Jakarta, untuk menyampaikan petisi penolakan perpanjangan Blok Mahakam dan mendesak agar blok tersebut diserahkan ke Pertamina.

Aksi tersebut mendapat tanggapan dari Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo.

"Tadi kita menerima petisi (Oleh 3 staf ahli Menteri ESDM) dari Grupnya Pak Din (Din Syamsuddin), beliau menyerahkan petisi, akan kita pelajari," ujar Susilo.

Dikatakan Susilo, setelah menerima petisi tersebut pihaknya akan melakukan evaluasi dan akan mengadakan dialog dengan Din Syamsuddin Cs untuk memberikan berbagai informasi terkait Blok Mahakam.

"Setelah kita pelajari kita akan evaluasi, kita ingin mengobrol-ngobrol dengan beliau, informasinya biar jelas, diskusi sehingga bisa sharing, barangkali ada informasi yang belum sampai ke beliau, bukan diskusi lewat media massa," tandasnya.

Kedatangan Din, ke Kantor Kementerian ESDM, tujuannya untuk bertemu Menteri ESDM Jero Wacik tak kesampaian. Ia kecewa karena dirinya hanya ditemui oleh 3 Staf Ahli Menteri ESDM.

"Saya kecewa tidak ditemui Menteri ESDM Jero Wacik, tapi apapun itu petisi ini sudah kami berikan dan meminta menjadi pertimbangan Menteri ESDM dalam memutuskan Blok Mahakam. kami intinya menolak perpanjangan Blok Mahakam yang akan berakhir pada 2017 dan meminta diserahkan ke pengelolaan Blok Mahakam kepada Pertamina," tandas Din.

(rrd/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads