Menurut Susilo, kondisi sumur di Blok Mahakam kini hasilnya 98% sudah berwujud air sehingga butuh penanganan khusus.
Dikatakan Susilo untuk itu ketika kontrak Blok Mahakam akan berakhir 2017, maka saat ada kontrak baru pihak Total E&P akan tetap dilibatkan dalam mengelola Blok Mahakam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini karena pengelolaan Blok Mahakam tidak cukup hanya mengandalkan uang, teknologi dan pengalaman. "Uang dan teknologi serta pengalaman tidaklah cukup untuk mengelola Blok Mahakam, karena diperlukan faktor keempat yaitu pengambilan risiko," ujarnya.
Menurut Susilo, semua pertimbangan akan dievaluasi sebelum memutuskan nasib Blok Mahakam. Kementerian ESDM tidak berkepentingan sama sekali untuk merugikan negara.
"Jadi semua itu kita evaluasi, yang jelas ESDM tidak berkepentingan untuk merugikan negara, tidak ada rencana permainan di zaman yang serba semua disadap, kalau misalkan ada tuduhan buat ini lah itu lah ya janganlah," kata Susilo.
(rrd/hen)










































