Apa Kabar Konversi BBM ke BBG? Ini Jawaban Wamen ESDM

Apa Kabar Konversi BBM ke BBG? Ini Jawaban Wamen ESDM

- detikFinance
Jumat, 30 Agu 2013 17:33 WIB
Apa Kabar Konversi BBM ke BBG? Ini Jawaban Wamen ESDM
Foto: SPBG (dok-detikFinance)
Jakarta - Baru terasa sekarang bagaimana beratnya impor BBM. Saat dolar menyentuh Rp 11.000, ekonomi Indonesia guncang, apalagi impor BBM dan minyak tiap hari mencapai 750 ribu barel. Apa kabar program konversi BBM ke bahan bakar gas (BBG) yang tahun lalu digembar-gemborkan?

"Jalan (konversi BBG). Kita diam-diam begini tapi programnya jalan," ucap Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (30/8/2013).

Saat ini pemerintah malah mengambil jalan penggunaan biodiesel ketimbang menggencarkan lagi program konversi BBG. Dulu Kementerian ESDM dan Kementerian Perindustrian gencar mengkampanyekan penggunaan converter kit untuk mobil pribadi agar bisa menggunakan BBG dan mengurangi konsumsi BBM.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi program ini tidak jalan. Rencana pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) lambat dilakukan. Alhasil sampai saat ini impor BBM dan minyak mentah tinggi. Indonesia jadi negara yang ketergantungan impor minyak dan BBM. Kondisi ini makin berat saat dolar tengah tinggi seperti sekarang.

Namun, Kementerian ESDM tak mau dibilang program konversi BBM ke BBG mandek. Susilo mengatakan, pada 3 September 2013 nanti, Kementerian ESDM akan memfasilitasi jual-beli gas bumi sebesar 35 juta kaku kubik per hari dari seluruh kontraktor kontrak kerjasama (KKKS) kepada PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dan PT PLN (Persero).

"Tanggal 3 nanti kita mau perjanjian jual-beli gas 35 mmscfd untuk seluruh KKKS dengan PGN dan PLN. Jadi 35 mmscfd tersebut akan memasok kebutuhan gas untuk transportasi di daerah Jabodetabek, Jawa Timur, dan Palembang," katanya.

Bahkan Susilo mengklaim, sampai akhir tahun jumlah SPBG seluruh Indonesia akan mencapai 30-40 unit. "Pembangunan SPBG juga dalam proses, hingga akhir tahun ini akan ada penambahan 30-40 SPBG, jadi kami diam-diam, tapi tetap jalan," katanya lagi.

(rrd/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads