Hemat BBM, Mobil Dinas TNI Hingga Panglimanya Pakai BBG

Hemat BBM, Mobil Dinas TNI Hingga Panglimanya Pakai BBG

- detikFinance
Senin, 02 Sep 2013 14:26 WIB
Hemat BBM, Mobil Dinas TNI Hingga Panglimanya Pakai BBG
Foto: Mobil Panglima TNI Pakai BBG (RIsta-detikFinance)
Jakarta - Hari ini PT Pertamina (Persero) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) melakukan kerjasama penggunaan bahan bakar gas (BBG) untuk seluruh kendaraan dinas di lingkungan TNI.

Seluruh kendaraan TNI hingga tingkat Panglima TNI akan menggunakan produk BBG Pertamina yaitu 'Pertamina Envogas'. Kerjasama ini dilakukan di Mabes TNI, Cilangkap, Senin (2/9/2013).

Hadir dalam acara tersebut Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, Menteri ESDM Jero Wacik, Dirjen Migas Edy Hermantoro, Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya, dan Direktur Gas Pertamina Hari Karyuliarto.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya, penggunaan 'Pertamina Envogas' untuk kendaraan di lingkungan TNI merupakan langkah yang penting dalam rangka mengalihkan bahan bakar transportasi, di mana estimasi total konsumsi bahan bakar gas yang dibutuhkan di sektor ini cukup siginifikan.

"Program Langit Biru yang pernah digerakkan sebelumnya merupakan program yang berkesinambungan dengan program diversifikasi BBM ke BBG yang dicanangkan pemerintah melalui Peraturan Presiden No.64 tahun 2012 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Penetapan Harga BBG CNG (compressed natural gas) untuk transportasi. Pertamina sebagai BUMN energi nasional, mendapat tugas sebagai pelaksana penyediaan infrastruktur dan pendistribusian bahan bakar CNG tersebut. Pemanfaatan 'Pertamina Envogas' untuk kendaraan operasional TNI juga merupakan dukungan terhadap langkah Pemerintah dalam mengurangi konsumsi BBM dan mengalihkannya ke bahan bakar gas," ujar Hanung.

Diharapkan ke depannya kebutuhan bahan bakar transportasi bagi armada TNI dapat terpenuhi secara berkelanjutan. Langkah TNI, tuturnya, diharapkan dapat memotivasi institusi dan lembaga-lembaga lainnya untuk beralih konsumsi BBM transportasinya kepada bahan bakar gas.

"Dengan demikian, kita bisa mendapatkan berbagai manfaat bahan bakar gas dibanding penggunaan bahan bakar minyak, antara lain udara yang lebih bersih, keberlanjutan pasokan bahan bakar dari ketersediaan gas yang berlimpah, serta mendukung program dunia dalam menahan laju pemanasan global. Tentunya, Pertamina juga akan terus melakukan upaya serius untuk mengembangkan SPBG dan infrastruktur yang diperlukan guna mendukung program diversifikasi ini," ungkap Hanung.

Saat ini, penyebaran SPBG telah ada di Jabodetabek, Palembang, Surabaya.

Tahun ini, Pertamina akan membangun 6 unit SPBG baru di wilayah Jabodetabek dengan alokasi gas khusus transportasi sebesar 35,5 juta standar metrik kaki kubik per hari (MMSCFD). Dalam pelaksanaannya, Pertamina bekerjasama dengan berbagai stakeholders penting, seperti Pemprov DKI Jakarta sebagai pusat konsumsi BBM nasional, Kementerian ESDM dan Kementerian Perindustrian dalam pengadaan dan pendistribusian converter kit.

(dnl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads