Direktur Operasional Listrik Jawa, Bali, dan Sumatera PLN Ngurah Adnyana mengatakan, setidaknya ada tiga pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batubara yang telat pembangunannya.
"Ada sejumlah pembangkit yang mau dibangun ternyata belum selesai. Contohnya PLTU Nagan Raya. Itu kontraktornya dari China, mereka terlambat pembangunannya. Harusnya tahun lalu sudah selesai," kata Adnyana di kantor pusat PLN, Jakarta, Senin (2/9/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- PLTU Nagan Raya (2 x 110 MW) di Meulaboh, Aceh
- PLTU Pangkalan Susu (2 x 200 MW) di Sumatera Utara
- PLTU Teluk Sirih (2 x 112 MW) di Sumatera Barat
Untuk PLTU Pangkalan Susu, Adnyana mengatakan, harusnya sudah selesai sejak Juni 2013. PLTU berkapasitas 2 x 200 MW ini belum juga selesai. "Kami tidak bisa memutus kontraknya, karena nanti makin tidak bisa selesai proyeknya," ujar Adnyana.
Untuk menyelamatkan sementara krisis listrik di Sumatera Utara ini, Adnyana mengatakan PLN akan menyewa genset 150 MW yang diharapkan segera masuk. Kemudian juga meminta tambahan pasokan listrik dari Inalum.
"Saat ini konsumsi listrik di Sumatera naik 14% dibandingkan tahun lalu. Kami tidak bisa menghentikan permintaan listrik ini. Apalagi orang kan tidak bisa disetop beli kulkas atau AC," ujar Adnyana.
(dnl/ang)











































