Jero Sebut RI Kaya Gas, Tapi Kuras Devisa dengan Impor BBM

Jero Sebut RI Kaya Gas, Tapi Kuras Devisa dengan Impor BBM

Rista Rama Dhany - detikFinance
Senin, 02 Sep 2013 16:55 WIB
Jero Sebut RI Kaya Gas, Tapi Kuras Devisa dengan Impor BBM
Foto: Tangki BBM (dok.detikFinance)
Jakarta - Ketergantungan Indonesia akan impor BBM makin parah. Dalam sehari, Indonesia bisa mengimpor 400 ribu barel BBM dan 350 ribu barel minyak mentah. Jutaan dolar dibutuhkan untuk mengimpor tiap hari. Ini menguras devisa dan menekan rupiah.

"Kita banyak impor BBM, impor premium dan solar banyak sekali," ucap Menteri ESDM Jero Wacik dalam acara penyerahan converter kit untuk kendaraan operasional TNI, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin (2/9/2013).

"Devisa negara terkuras banyak sekali gara-gara kita impor BBM," imbuh Jero.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padahal saat ini Indonesia mempunyai sumber daya gas yang banyak sekali jumlahnya, dan tak perlu impor. Ini bisa digunakan sebagai bahan bakar sehingga ketergantungan BBM ditekan.

"Kita sendiri punya gas yang produksinya kita sendiri banyak sekali jumlahnya, tidak perlu impor, murah harganya, dan CO2 (karbondioksida) nya lebih sedikit," kata Jero.

Seperti diketahui kebutuhan BBM nasional per harinya mencapai 1,4 juta kiloliter (KL). Sementara produksi minyak mentah dalam negeri maksimal hanya 840.000 barel per hari, dan itu belum dipotong 40% bagian kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).

Artinya dengan kapasitas kilang minyak dalam negeri yang mencapai 1 juta barel Indonesia membutuhkan sekitar 350.000-400.0000 barel per hari minyak mentah (crude).

Kemudian untuk memenuhi kebutuhan BBM yang 1,4 juta KL per hari sementara produksi di kilang sendiri hanya 1 juta KL, Indonesia kembali harus menambah pasokan BBM sebesar 400.000 barel per hari. Jumlah dolar yang dibutuhkan Indonesia untuk mengimpor BBM mencapai US$ 36 juta.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads