Ini Kelemahan Menakutkan Alat Pengendali BBM Subsidi Pertamina

Ini Kelemahan Menakutkan Alat Pengendali BBM Subsidi Pertamina

- detikFinance
Kamis, 05 Sep 2013 11:38 WIB
Ini Kelemahan Menakutkan Alat Pengendali BBM Subsidi Pertamina
Foto: SPBU (dok-detikFinance)
Jakarta - PT Pertamina (Persero) dan PT INTI saat ini terus menyiapkan alat pengendali konsumsi BBM subsidi lewat sistem RFID (Radio Frequency Identification), yang akan dipasang di SPBU dan kendaraan. Tapi ada yang ditakutkan dari sistem ini.

Vice President Fuel Marketing Pertamina Moch. Iskandar mengungkapkan, sistem ini harus benar-benar matang sebelum diterapkan kepada masyarakat.

"Sistem RFID ini harus benar-benar matang, tidak bisa sembarangan, interkoneksi sistem ini harus benar-benar teruji, terus hidup 24 jam tidak boleh mati," kata Iskandar ketika berbincang dengan detikFinance seperti dikutip, Kamis (5/9/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iskandar mengatakan,bila tidak teruji keandalannya dan tidak bisa hidup selama 24 jam setiap harinya, sistem ini sangat mengkhawatirkan.

"Ya kami takutkan kalau sudah terkoneksi dalam jaringan satu pulau, satu saja SPBU yang mati sistem RFID-nya dapat membuat satu pulau atau wilayah yang terkoneksi sistem RFID ini mati total dan nozel di SPBU terkunci dan tidak akan mengeluarkan bensin, ini yang kami takutkan," ungkap Iskandar.

Dari beberapa kali percobaan yang dilakukan seperti di SPBU Saman Hudi Jakarta, sistem RFID ini belum bisa menyala non stop 24 jam, dalam jangka waktu tertentu.

"Kita sudah beberapa kali lakukan percobaan di SPBU Saman Hudi, dia tidak bisa menyala full 24 jam, ada 4 jam kemarin mati, waktu dicek sama Pak Dahlan (Menteri BUMN) juga mati beberapa jam. Sistem ini dikelola oleh PT INTI, desainnya teknologinya dibuat ITB," ujar Iskandar.

Hal yang sama juga diungkapkan Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Andy Noorsaman Someng, sistem RFID ini nantinya terkoneksi se-Indonesia, data setiap SPBU akan terekam semua, berapa jumlah konsumsi, pukul berapa dan lainnya.

"Tapi kalau tidak disiapkan dengan baik, kalau sistemnya satu saja mati maka se-Indonesia bisa terkunci, harus disiapkan juga sistem back up. Kami juga ingin September ini pemasangan RFID di kendaraan untuk di wilayah DKI Jakarta sudah bisa dilakukan," ujar Iskandar.

(rrd/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads