Manajer Senior Komunikasi PLN Bambang Dwiyanto mengatakan, penambahan daya listrik dengan krisis listrik merupakan dua hal berbeda.
"Promo tambah daya listrik gratis sebenarnya merupakan dua hal yang berbeda. Memang ini terlihat seperti bertentangan dengan kondisi dan upaya mengatasi krisis listrik di beberapa daerah," ucap Bambang dalam pesan singkatnya kepada detikFinance, Senin (9/9/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebenarnya tanpa adanya promo ini, setiap hari PLN juga menerima permintaan dari pelanggan untuk tambah daya," ucapnya.
Saat ini, kebutuhan listrik masyarakat memang makin meningkat. Terutama karena banyaknya penggunaan alat-alat yang memerlukan penambahan listrik, seperti AC.
"Dulu cukup dengan kipas angin sekarang ingin merasakan sejuknya AC, anak bertambah besar minta kamar sendiri. Rumah tambah kamar, maka perlu juga tambah listrik dan lain-lain," ungkap Bambang.
Sebenarnya, kata Bambang, promosi tambah daya gratis juga tidak gencar dilakukan di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau yang merupakan daerah krisis listrik.
"Namun promo ini terutama memang diarahkan di daerah-daerah yang pasokan listriknya cukup seperti Jawa-Bali, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat. Kita tidak promosikan gencar di Sumut, Sumbar, dan Riau," jelas Bambang.
(rrd/dnl)











































