Ganjar mengatakan, proyek pembangkit listrik yang sudah lama direncanakan ini terganjal pembebasan lahan, karena tidak ada negosiasi antara pemerintah pusat dan investor dengan masyarakat sekitar.
"Mestinya pemerintah pusat waktu MP3EI diomongin sama bawah. Bawah kan kelabakan, saya sebelum dilantik dua hari sebelumnya diteken, kaget juga saya. Maka kemarin saya agak kebakaran jenggot, saya jadi pemadam kebakaran untuk mengumpulkan mereka agar negoisasi. Mereka harus mau duduk rembukan kembali. Kalau itu ngga ada ya ngga akan terjadi," jelasnya saat ditemui di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (12/9/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ganjar menyatakan, telah membentuk satuan tugas dengan level provinsi untuk menyelesaikan persoalan ini.
"Saya minta per dua hari dilaporkan hari ini satgas saya ke Batang untuk mengecek perkembangannya dan janji-janji dari pengusaha harus ditepati. Kalau cuma janji gombal itu ngga akan terjadi nanti, kasihan rakyatnya," katanya.
(mkj/dnl)










































