Sampai saat ini 70% kapal yang dipakai Pertamina untuk distribusi BBM, avtur, dan elpiji masih berstatus sewa. Pertamina ingin aset kapal milik sendiri meningkat dan mengurangi sewa.
"Karena jika tidak punya (kapal) sendiri, juga sangat berpengaruh pada harga produk Pertamina. Karena harga sewa kapal makin hari makin tinggi," kata Asisten Manajer Ship Building Support PT Pertamina, M. Irfan ditemui di Kantor Pertamina Pusat, Jakarta, Jumat (13/9/2013).
Dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2012-2016, Pertamina menyiapkan belanja modal mencapai US$ 2,465 miliar untuk pengadaan berbagai kapal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Irfan menambahkan, ada pula 2 unit Tanker LBO yang sudah dipesan Pertamina pada 2012 dengan capex US$ 28,74 juta. Kapal ini akan digunakan sebagai kapal untuk mengangkut lube base oil.
"Pertamina juga mengeluarkan dana US$ 62,09 untuk pengadaan 1 unit kapal tanker LR 85.000 LTDW yang sudah dipesan pada 2012," ucapnya.
Ada lagi pengadaan kapal untuk pembangunan elpiji 5.000 CuM dengan capex US$ 21,09 juta yang dipesan pada 2012, Pertamina juga memesan 3 unit tangker small-1 pada 2012 dengan capex US$ 28,74 juta.
"Di 2013 Pertamina akan pesan 1 unit Tanker Aframax dengan capex US$ 70,15 juta, 2014 akan pesan 2 unit Tangker Small-I dengan dana US$ 24,33 juta, 2014 akan pesan 1 unit Tanker VLCC dengan capex US$ 141,08 juta," katanya.
(rrd/dnl)










































