"Saat ini akibat terus melemahnya rupiah terhadap dolar (saat ini Rp 11.200/dolar AS) berdampak pada naiknya harga BBM non subsidi," kata Vice President Fuel Marketing Pertamina Muhammad Iskandar saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (19/9/2013).
Menurut Iskandar, saat ini harga pertamax 92 sudah tembus Rp 10.200 per liter. "Itu harga paling tinggi dalam sejarah harga. Pertamax tembus Rp 10.200 per liter, ini akibat pelemahan rupiah," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi harga Pertamax kita jauh lebih murah dibandingkan pesaing yang mencapai Rp 10.600 per liter," tandasnya.
(rrd/dru)











































