"Kebutuhan dolar Pertamina sekarang di bawah US$ 100 juta per hari. Sebelumnya kebutuhan dolar Pertamina mencapai US$ 150 juta per hari," ujar Direktur Utama PT Pertamina (persero) Karen Agustiawan ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (19/9/2013).
Dikatakan Karen, sebelumnya Pertamina membutuhkan dolar terutama untuk impor mencapai US$ 150 juta per hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini juga karenakan sejak 1 September 2013 Pertamina menjalankan mandatori mencampur 10% biofuel ke 70% solar, ini tentunya mengurangi impor BBM," kata Karen.
(rrd/dnl)











































