Pejabat Kemenperin: Harusnya Bensin Premium RON 88 Dihilangkan

Pejabat Kemenperin: Harusnya Bensin Premium RON 88 Dihilangkan

Rista Rama Dhany - detikFinance
Selasa, 24 Sep 2013 14:55 WIB
Pejabat Kemenperin: Harusnya Bensin Premium RON 88 Dihilangkan
Jakarta - Bensin subsidi jenis premium yang memiliki Research Octane Number (RON) 88 harusnya sudah dihapuskan dan tidak dijual lagi. Keberadaan bensin premium membuat Indonesia kesulitan ekspor mobil.

"Kalau saya sarannya sih premium RON 88 dihilangkan saja. Kalau perlu nggak usah disubsidi, masa mau disubsidi terus," kata Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian Budi Darmadi saat dihubungi wartawan, Selasa (24/9/2013).

Budi mengatakan, selama bensin premium RON 88 masih ada, Indonesia susah ekspor mobil, khususnya ke Eropa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau sekarang (premium RON 88) kan Euro 2, jadi harus bikin dua engine jika mau ekspor, capek deh, mahal. Kalau kita produksinya cuma satu mesin kan jauh lebih murah, kalau engine produksi mobil kita masih Euro 2 itu nggak bisa ekspor ke Eropa, karena Eropa sudah standar Euro 4," kata Budi.

"Mobil-mobil sekarang itu spesifikasinya sudah di atas RON 92, mobil saya yang Fortuner saja pakai RON 95. Tapi kalau masih banyak yang pakai premium RON 88 ya itu kembali lagi ke konsumen, cuma masalah edukasi saja sih, kalau masih ngotot pakai RON 88 percaya lama-lama mesinnya rusak," cetus Budi.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads