Beli BBM Tak Boleh Pakai Uang Tunai, Hatta: Saya Belum Tahu

Beli BBM Tak Boleh Pakai Uang Tunai, Hatta: Saya Belum Tahu

Maikel Jefriando - detikFinance
Selasa, 24 Sep 2013 15:37 WIB
Beli BBM Tak Boleh Pakai Uang Tunai, Hatta: Saya Belum Tahu
Jakarta - Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan belum tahu soal rencana pemberlakukan aturan pembelian BBM dengan cara non tunai, yaitu menggunakan kartu atau voucher.

Wacana aturan baru ini sudah ramai dibicarakan oleh sejumlah pejabat pemerintah, dan bahkan aturan ini akan segera dilakukan pada Oktober ini.

"Saya belum dapat laporan apapun dari Pertamina. RFID (Radio Frequency Identification) harus jalan. Saya belum dapat laporan soal itu (beli BBM non tunai). Saya tidak usah memberikan komentar dulu, tidak usah bereaksi dulu sebelum saya tahu persis apa itu," kata Hatta di kantornya, Jakarta, Selasa (24/9/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada kesempatan itu, Hatta meminta program RFID yang dilakukan Pertamina dan PT Inti segera diterapkan. Program RFID ini bisa menahan laju konsumsi BBM subsidi.
Β 
"Kalau pemerintah tidak ikut campur soal RFID, kan itu corporate action Pertamina. Itu untuk faktor pengendalian, supaya tak ada penyelundupan atau tidak ada penyimpangan," jelas Hatta.

Sebelumnya, Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, aturan pembelian BBM dengan cara non tunai ini jadi prioritas pemerintah. Bahkan aturan ini bisa dijalankan lebih dulu dari kebijakan pengendalian konsumsi BBM subsidi dengan pemasangan alat bernama RFID (Radio Frequency Identification), di seluruh SPBU dan kendaraan.

"Kementerian ESDM sudah informasi kita soal pengendalian ini, RFID mungkin jalan tapi nggak secepat yang seharusnya, tapi lebih ke cashless transaction. Jadi kalau kalian beli bensin nggak pakai tunai lagi, pakai kartu," ucap Bambang.

Sistem pembelian BBM secara non tunai dilakukan melalui kartu e-money atau voucher. "Itu yang didahulukan karena lebih murah dan nggak butuh teknologi yang macam-macam, tapi langsung karena ini kan bank," jelasnya.



(dnl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads