Maarten Wetselaar, Executive Vice President Royal Dutch Shell, mengatakan gas adalah energi alternatif terbaik. βIndonesia memiliki cadangan gas yang sudah terbukti sebanyak 104,25 triliun kaki kubik,β katanya dalam acara Shell Malaysia Innovation Summit di Kuala Lumpur, Malaysia, kemarin.
Ketergantungan Indonesia terhadap BBM memang akut. Konsumsi BBM mencapai sekitar 1,3 juta barel per hari sementara produksi kurang dari 900 ribu barel per hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gas bisa menjadi bahan bakar pembangkit listrik, mobil, bahkan pesawat. Lebih ekonomis dan lebih ramah lingkungan. Gas semakin mendekati potensinya sebagai sumber utama energi dunia," kata Wetselaar.
Alternatif energi lain memang ada. Contohnya adalah bahan bakar dari hidro (air) dan bahan bakar nabati (biofuel). Namun kedua bahan bakar ini memiliki keterbatasan untuk dikembangkan.
"Hidro pertumbuhannya terbatas, sementara biofuel ada masalah lahan dan pertentangan dengan pemenuhan kebutuhan pangan. Sebenarnya nuklir bisa menjadi pilihan, tetapi ada isu keamanan. Oleh karena itu, gas bisa menjadi pilihan," kata Wetselaar.
Sementara gas, memang tak lepas dari tantangan. Sejumlah kalangan menilai, eksplorasi gas di bawah laut berpotensi mempengaruhi kualitas air minum.
Sebuah penelitian yang dirilis oleh PennEnvironment Research & Policy Center setahun yang lalu menemukan bahwa penambangan gas dapat memberikan dampak negatif terhadap infrastruktur, kesehatan, dan lingkungan.
Penelitian itu menyoroti metode penambangan gas yang bernama fracking. Penambang menembakkan jutaan galon air bercampur bahan kimia ke dalam tanah untuk merekahkan sedimen tanah supaya gas alam terlepas. Bahan kimia inilah yang dikuatirkan membahayakan kesehatan dan meracuni air tanah.
Tapi Wetselaar bilang itu kesalahpahaman belaka. "Proses eksplorasi gas terjadi sangat dalam, sampai 3 kilometer di bawah permukaan laut. Posisi ini jauh dari sumber air minum," katanya.
(DES/DES)











































