Hal ini disampaikan Menteri BUMN Dahlan Iskan di Kementerian BUMN Jakarta, Rabu (25/9/2013).
"Sebetulnya lebih bagus yang kontrol penggunaan BBM bukan pembayaran," ucap Dahlan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kesempatan itu, Dahlan menjelaskan ada persoalan pada program pemasangan RFID yang dijalankan PT INTI bersama PT Pertamina. Melemahnya nilai tukar rupiah berdampak pada harga RFID yang ikutan melonjonjak karena RFID harus diimpor dari luar negeri.
"Ini terhambat dulu dolar Rp 9.000 ke Rp 11.000 jadi terhambat sehingga ada pembicaraan ulang," katanya.
(hen/hen)











































