Vice President Gas dan Gas Domestik PT Pertamina (Persero) Gigih Wahyu mengatakan kerugian Pertamina di bisnis gas elpiji bisa bakal lebih dari Rp 6 triliun.
"Kerugian jual gas elpiji bisa jebol lebih dari Rp 6 triliun, ini karena akibat kurs rupiah yang tembus Rp 11.000 per dolar AS, hitungan Pertamina tahun ini kan berdasarkan asumsi APBN dimana kurs ditetapkan Rp 9.800 per dolar AS," ucap Gigih ditemui disela rapat dengan Badan Anggaran DPR, Rabu (2/10/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PT Pertamina berharap agar pemerintah memberikan lampu hijau untuk menaikkan harga gas elpiji 12 Kg yang selama ini harganya disubsidi oleh Pertamina, Sementara itu kenyataannya subsidi Pertamina tersebut lebih banyak dinikmati masyarakat mampu.
"Makanya kami berharap pemerintah memberikan izin untuk menaikkan harga gas elpiji 12 Kg," ujarnya.
(rrd/hen)










































