Seperti diketahui, Indonesia saat ini mengekspor gas ke Fujian, China dengan harga murah, hanya US$ 3,45 per mmbtu, sementara harga ekspor gas Indonesia ke pihak lain adalah US$ 18 per mmbtu.
Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, negosiasi harga gas Fujian baru akan dimulai pada awal 2014.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hatta menambahkan, pembicaraan negosiasi kontrak gas Fujian saat ini sudah dibicarakan di leveltingkat menteri.
"Negosiasi itu sudah ada pembicaraan antara menteri, karena pembicaraan antar presiden sudah dulu waktu Presiden China Hu Jiantao," ujarnya.
Bahkan Hatta memastikan, negosiasi harga gas nantinya tidak akan menghasilkan kenaikan harga berlaku surut seperti yang diinginkan oleh SKK Migas selama ini.
"Ya nggaklah, tidak ada berlaku surut," tutupnya.
Harga jual gas Indonesia ke China bahkan lebih murah, dibandingkan harga jual gas di dalam negeri sendiri sudah mencapai US$ 10 per mmbtu.
(rrd/dnl)











































