Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Mahendra Siregar mengatakan, pergelaran KTT APEC di Nusa Dua, Bali mengusung salah satu tema yaitu ketahanan atau daya tahan salah satunya bidang energi. Namun di sisi lain, Indonesia masih memiliki tiga kelemahan.
"Esensinya ada 2 kata. Daya tahan yang mendorong motor pertumbuhan. Ironisnya, dalam kebijakan energi kita selama ini justru tidak ada daya tahan. Yang terjadi adalah 3 L atau 3 lemah (kelemahan)," kata Mahendra saat ditemui di acara Peluncuran Bus Biodiesel di Westin Convention Center, Nusa Dua, Bali, Jumat (4/10/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertama lemah terhadap ketergantunagan impor sehingga menyebabkan kita ikut merasakan dampaknya transaksi berjalan yang defisit," kata Mahendra.
Kedua, Mahendra melanjutkan, biodiesel atau bahan bakar nabati Indonesia masih memiliki ketergantungan terhadap pasar asing. Mahendra mengatakan, dengan pengembangan transportasi berbahan bakar nabati (biodiesel) di dalam negeri, seharusnya Indonesia bisa lebih mengembangkan pasar domestik.
"Yang ketiga lemah terhadap ketahanan fiskal, kenaikan konsumsi BBM menyebabkan ketahanan fiskal digerogoti," katanya.
(mkl/dnl)











































