Ini Kelemahan Sektor Energi di Indonesia

Ini Kelemahan Sektor Energi di Indonesia

- detikFinance
Jumat, 04 Okt 2013 11:02 WIB
Ini Kelemahan Sektor Energi di Indonesia
Foto: Reuters
Nusa Dua - Sampai saat ini pemerintah masih terus mengupayakan ketahanan energi dalam negeri. Namun, masih banyak kelemahan yang dimiliki Indonesia di sektor energi. Apa saja?

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Mahendra Siregar mengatakan, pergelaran KTT APEC di Nusa Dua, Bali mengusung salah satu tema yaitu ketahanan atau daya tahan salah satunya bidang energi. Namun di sisi lain, Indonesia masih memiliki tiga kelemahan.

"Esensinya ada 2 kata. Daya tahan yang mendorong motor pertumbuhan. Ironisnya, dalam kebijakan energi kita selama ini justru tidak ada daya tahan. Yang terjadi adalah 3 L atau 3 lemah (kelemahan)," kata Mahendra saat ditemui di acara Peluncuran Bus Biodiesel di Westin Convention Center, Nusa Dua, Bali, Jumat (4/10/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mantan Wakil Menteri Keuangan ini menjabarkan, kelemahan di sektor energi terkait persoalan ketergantungan impor BBM yang berdampak terhadap transkasi berjalan Indonesia.

"Pertama lemah terhadap ketergantunagan impor sehingga menyebabkan kita ikut merasakan dampaknya transaksi berjalan yang defisit," kata Mahendra.

Kedua, Mahendra melanjutkan, biodiesel atau bahan bakar nabati Indonesia masih memiliki ketergantungan terhadap pasar asing. Mahendra mengatakan, dengan pengembangan transportasi berbahan bakar nabati (biodiesel) di dalam negeri, seharusnya Indonesia bisa lebih mengembangkan pasar domestik.

"Yang ketiga lemah terhadap ketahanan fiskal, kenaikan konsumsi BBM menyebabkan ketahanan fiskal digerogoti," katanya.

(mkl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads