Mati Lampu di Medan Seperti Minum Obat, Ini Jawaban PLN

- detikFinance
Jumat, 04 Okt 2013 21:15 WIB
Foto: Kumpul Blogger dan PLN (Rista-detikFinance)
Jakarta - Saat melakukan kumpul-kumpul dengan para blogger, PLN mendapatkan keluhan soal seringnya mati listrik di Medan, Sumatera Utara. Bahkan mati lampu di Medan sudah seperti minum obat, alias 3 kali sehari.

"PLN ini banyak buat emosi masyarakat di Medan, mati lampu sudah seperti minum obat, sehari tiga kali mati lampunya," ucap Husin seoran blogger dalam acara bincang Blogger detik bersama PLN, di Nutz Culture Sport Bar & Lounge, Senayan City, Jumat (4/10/2013).

Menurut Husin, PLN sering menjelaskan mati lampu ini karena kurangnya pasokan listrik, tapi mati-lampu ini sudah sering terjadi sejak dulu. "Apa PLN tidak mengantisipasi, gara-gara PLN sering terjadi kebakaran di Medan," ucapnya.

Kemudian pada saat yang sama, Juli, seorang blogger dari Medan menambahkan, saat ini di Medan sudah mati lampu 5 jam.

"Teman-teman dan keluarga saya saat ini mengeluhkan mati lampu, sekarang saja sudah 5 jam mati lampu, banyak makian saat ini terlihat dari status BBM keluarga saya di Medan," tutup Juli.

Menjawab keluhan ini, Manajer Senior Komunikasi PLN Bambang Dwiyanto mengatakan, saat ini sering terjadi mati lampu di Medan karena beberapa faktor.

"Pertama PLN memohon maaf karena sering mati lampu di Medan, mati lampu di Medan memang karena defisit pasokan listrik," ucap Bambang.

Bambang menjelaskan, defisit pasokan listrik di Medan terjadi karena pertumbuhan atau permintaan listrik di Medan sangat tinggi.

"Permintaan listrik di Medan sangat tinggi di Medan, jauh di atas perkiraan PLN dimana PLN memperkirakan pertumbuhannya hanya 9% ternyata mencapai 12-14%," katanya.

Namun tingginya pertumbuhan listrik di Medan ini harusnya bisa terlayani dengan masuknya pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Pangkalan Susu. "Namun PLTU ini terlambat pengerjaannya, kontraktor dari China tidak bisa menyelesaikan komitmen penyelesaian proyek PLTU Pangkalan Susu sesuai
waktu yang ditentukan, akibatnya pasokan listrik kurang," ungkapnya.

Kondisi diperparah karena PLTGU Belawan yang memasok listrik di Medan harus dimatikan karena harus dilakukan perawatan.

"Mesin pembangkit itu harus dilakukan perawatan setelah bekerja non stop selama 100.000 jam, nah di PLTGU Belawan ini sudah beroperasi
140.000 jam, itu kita tahan-tahan terus tapi sudah tidak bisa lagi, mesin harus berhenti dan harus dilakukan perawatan," jelas Bambang.

Tapi Bambang memastikan, kondisi mati lampu tersebut tidak akan lama lagi, karena PLN telah mendatangkan genset-genset dengan kapasitas 150
megawatt (MW). "Awal November kondisi ini sudah tidak terjadi lagi, Genset sudah mulai masuk dari luar Medan," tutup Bambang.


(rrd/dnl)