Tak Mau Rugi Besar, Pertamina Ingin Elpiji 12 Kg Naik Rp 30.000/Tabung

Tak Mau Rugi Besar, Pertamina Ingin Elpiji 12 Kg Naik Rp 30.000/Tabung

Rista Rama Dhany - detikFinance
Senin, 07 Okt 2013 14:10 WIB
Tak Mau Rugi Besar, Pertamina Ingin Elpiji 12 Kg Naik Rp 30.000/Tabung
Jakarta - PT Pertamina (Persero) memprediksi kerugian penjualan elpiji 12 Kg tembus Rp 6 triliun akibat nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS. Pihak Pertamina berharap diberi izin oleh pemerintah menaikan harga elpiji 12 Kg yang kenaikannya mencapai Rp 2.500 per Kg atau Rp 30.000/tabung.

Vice President LPG & Gas Product Pertamina Gigih Wahyu Hari Irianto mengatakan kerugian Pertamina di bisnis gas elpiji tahun ini diprediksi akan mencapai Rp 6 triliun.

"Untuk itu Pertamina berharap mendapatkan izin dari Pemerintah untuk menaikkan harga elpiji khususnya elpiji 12 Kg minimal Rp 2.500 per Kg (Rp 30.000 per tabung)," kata Gigih dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Senin (7/10/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gigih mengatakan sejatinya kenaikan harga elpiji 12 Kg tidak menjadi masalah bagi masyarakat karena produk ini banyak dinikmati masyarakat mampu yang seharusnya tidak perlu diberi subsidi. Apalagi yang memberi subsidi adalah PT Pertamina sebagai BUMN yang juga dituntut meningkatkan keuntungan untuk negara.

"Kalau untuk rakyat tidak mampu atau miskin kan sudah ada subsidi dari negara berupa gas elpiji 3 Kg, kalau 12 Kg kan banyak dinikmati orang mampu. Masak iya sih Pertamina harus subsidi orang mampu termasuk orang asing?," ungkapnya.

Ia menambahkan sangat sayang sekali apabila subsidi elpiji 12 Kg dinikmati orang kaya dan mampu bahkan orang asing. Seharusnya subsidi dialihkan untuk peningkatan infrastruktur elpiji yang saat ini masih rentan bagi Indonesia.

"Akan lebih bermanfaat kalau duit sebesar itu bisa dimanfaatkan, pertama untuk meningkatkan produksi minyak dan gas bumi atau membangun infrastruktur elpiji yang masih rentan," katanya.

(rrd/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads