4 Penyebab Papua Mati Lampu 3 Kali Sehari

4 Penyebab Papua Mati Lampu 3 Kali Sehari

Rista Rama Dhany - detikFinance
Jumat, 18 Okt 2013 13:48 WIB
4 Penyebab Papua Mati Lampu 3 Kali Sehari
Jakarta - Byar-pet atau mati lampu 3 kali sehari tidak hanya terjadi di Sumatera Utara dan sekitarnya saja tetapi juga terjadi di Sorong, Papua. Ini 4 alasan yang jadi penyebabnya.

Menejer Senior Kominikasi Korporat PT PLN (Persero) Bambang Dwiyanto mengatakan ada beberapa hal yang menyebabkan wilayah Sorong, Papua dan Papua Barat mengalami byar-pet. Apa saja?

1. Defisit Daya

Sistem kelistrikan di Sorong, Papua dan Papua barat saat ini sedang mengalami pemadaman bergilir disebabkan karena defisit daya.

"Daya Terpasang Pembangkit pada sistem Sorong adalah 34,387 MW, Daya Mampu 32,9 MW dengan beban puncak mencapai 32,180 MW. Saat ini 1 unit mesin pembangkit (Daihatsu) dengan daya terpasang 3,1 MW sedang dilakukan pemeliharaan rutin (Top Overhaul). Kondisi ini sebenarnya adalah kondisi yang dalam kategori pas-pasan, karena tidak ada cadangan daya (N-1). Jika terjadi pemadaman listrik, pasti itu karena adanya gangguan insidentil dan bukan pemadaman bergilir," jelas Bambang dalam pesan elektroniknya, Jumat (18/10/2013).

2. Terjadi Black Out

Pada hari selasa malam tanggal 08 Oktober 2013 lalu terjadi Black Out (BO).

"Black Out (BO) tersebut diakibatkan oleh rubuhnya tiang pada Jaringan Tegangan Menengah (JTM) 20 kV yaitu pada Sub Sistem Kelistrikan Sorong (Interkoneksi 5) yang merupakan jalur utama dari pembangkit berkapasitas 15 MW (50 % sistem sorong)," kata Bambang.

Tiang JTM 20 kV tersebut rubuh dikarenakan Skur Tiang listrik dipotong oleh oknum masyarakat. Untuk waktu pemulihan, petugas kami di lapangan membutuhkan waktu sekitar kurang lebih 1 jam dengan memaksimalkan jaringan yang ada (tidak ada pelanggan yang dipadamkan) dan pekerjaan perbaikan tiang roboh dilakukan pada malam tersebut, sehingga jaringan normal kembali Rabu (9/10) dinihari jam 03.00 WIT.

3. Pohon Pinang Rubuh

Akibat pohon pinang milik masyarakat rubuh kembali mengakibatkan Black Out.

"Pada Rabu (9/10) pagi sekitar pukul 10.30 WIT, listrik Sorong kembali mengalami BO, yang kali ini diakibatkan oleh Pohon Pinang milik masyarakat setempat yang rubuh dan terkena pada jakur Interkoneksi 4 dan Interkoneksi 5," ujarnya.

"Waktu yang dibutuhkan untuk pemulihan sistem secara bertahap adalah sekitar 1 jam. Gangguan jaringan karena pohon pinang yang rubuh pada interkoneksi 4 dan 5 tersebut, menyebabkan kerusakan pada jaringan milik PLN (kabel terurai dan berpotensi terjadi gangguan lagi) sehingga jalur tersebut dipadamkan untuk perbaikan selama 1 jam," tambahnya..

Untuk mengurangi dampak pemadaman selama dilakukannya pekerjaan perbaikan,Β  PLN Area Sorong memaksimalkan pembangkit lainnya dan melakukan manuver suplai listrik, sehingga pelanggan yang mengalami padam sekitar 6 MW dari total beban 31 MW.

4. Gangguan Binatang

"Untuk sistem kelistrikan Sorong, kejadian listrik padam sering terjadi karena gangguan pada jaringan/penyulang yang rata-rata diakibatkan oleh gangguan binatang (seperti kelelawar) dan juga karena pemadaman yang dilakukan secara terencana untuk melakukan perbaikan pelayanan dengan up rating konduktor dan penyeimbangan beban trafo," ungkap Bambang.

"Atas kejadian tersebut, PLN Area Sorong menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Sorong melalui media surat kabar yang akan di muat pada hari Jumat dan Sabtu," tandasnya.
Halaman 2 dari 5
(rrd/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads