Menteri ESDM Jero Wacik mengungkapkan ada 4 (empat) tugas besar bangsa Indonesia di bidang energi. Apa saja?
"Ada 4 tugas utama bangsa kita dibidang energi, ini pertama kali saya ungkapkan, saya beri nama 'Catur Dharma Energi', ke-empatnya ini sebagian sudah kita kerjakan dan sebagian lagi saya akan dorong keras agar lebih masif," ujar Jero di acara IATMI Oil & Gas Business Forum, di Hotel Mulia, Senayan, Senin (21/10/2013).
Jero mengungkapkan Catur Dharma Energi yang pertama adalah bagaimana kita meningkatkan produksi minyak dan gas bumi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk meningkatkan produksi minyak juga tidak hanya cukup mempermudah perizinan, namun juga diperlukan insentif fiskal dari negara.
"Saya bukan orang minyak tapi saya belajar minyak, eksplorasi kalau sekarang dilakukan baru 15 tahun lagi baru dapat minyaknya, untuk itu diperlukan insentif fiskal yang cukup, tanpa ada insentif fiskal tidak akan ada eksplorasi yang masif," ujarnya.
Catur Dharma Energi yang kedua yang menjadi tugas bangsa Indonesia yakni bagaimana caranya kurangi pemakaian BBM.
"Kita sudah terlalu banyak impor, jadi harus kurangi BBM, bagaimana caranya? salah satunya meningkatkan penggunaan biodisel pada solar, saat ini sudah 10% mandatorinya, sudah ada Permen ESDM, bahkan PLN berani menggunakan biodiesel untuk pembangkit listriknya sebesar 20-25%. Cara kedua biar konsumsi BBM turun PLN tidak boleh lagi bangun pembangkit listrik yang menggunakan BBM," ungkap Jero.
Catur Dharma Energi ke tiga yang diungkapkan Jero yakni mendorong pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT).
"Kita banyak EBT, kita dianugerahi banyak gunung berapi yang dibawahnya punya panas bumi, dari panas bumi kita punya stok untuk membangkitkan listrik total sebesar 30.000 megawaat (MW), kita juga punya sungai yang banyak dan besar-besar, dan memiliki potensi sebesar 75.000 MW, ini sampai cicit kita cukup kalau kita berhasil mengembangkan EBT dengan masif," ungkapnya lagi.
Catur Dharma Energi yang ketiga adalah gerakan hemat energi. "Saya sedang mempersiapkan aturan bagaimana agar rakyat Indonesia bisa belajar hemat energi. Bangsa Indonesia ini hanya merasa hemat kalau harga energinya mahal, kalau murah apapun yang dilakukan susah untuk disuruh menghemat," tandasnya.
(rrd/dru)











































