Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 23 Okt 2013 10:43 WIB

Bahan Bakar Indonesia Sangat Bergantung Minyak dan Gas

- detikFinance
Jakarta - Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Marzan A Iskandar mengkritik sikap bangsa Indonesia yang hanya bertumpu pada dua jenis bahan bakar yaitu minyak dan gas. Khusus untuk bahan bakar minyak, Indonesia masih bertumpu pada energi fosil.

"Kebijakan energi nasional jangka panjang masih bertumpu pada energi fosil. Kita hanya terlena untuk menggunakan bahan bakar minyak dan gas," kata Marzan saat membuka Lokakarya Biodiesel III/2013 di Gedung BPPT Jakarta, Rabu (23/10/2013).

Menurut Marzan hingga tahun 2025 penggunaan bahan bakar minyak memang berkurang dari 50% menjadi 25%. Sedangkan penggunaan batubara dan gas meningkat masing-masing 33% dan 30%. Bahan bakar lain seperti panas bumi, biofuel/biodiesel dan energi surya hanya 5%.

"Artinya kita tetap menjadi nett importir oil. Kalau ini terus terjadi bukan tidak mungkin kita menjadi total importir oil karena minyak mentah kita habis," imbuhnya.

Padahal, dengan banyaknya kebun kelapa sawit di Indonesia, seharusnya Indonesia bisa memanfaatkan dengan menjadikan bahan bakar jenis biodiesel atau sejenis solar. Kalau tidak, maka setiap tahun anggaran negara hanya habis digunakan untuk mengimpor BBM.

"Biodiesel adalah bahan bakar alternatif untuk mengganti bahan bakar fosil termasuk diesel. Dengan naiknya minyak mentah menjadi US$ 100/barel tentu akan memperberat APBN kita. Pengembangan bahan bakar nabati seperti penerapan biodiesel di mesin mau tidak mau harus dilakukan," katanya.

Ia mengusulkan untuk memproduksi massal biodiesel adalah dengan dibuka 10 juta hektar lahan yang akan ditanami sawit. Kebun seluas itu akan menghasilkan 40 juta ton CPO/tahun dan dapat dikonversi menjadi biodiesel sebanyak 44,4 juta kiloliter/tahun atau setara 280 juta barel/tahun atau 750 ribu barel/hari.

"Program ini diusulkan bertahap selama 10 tahun dan dapat menyerap lapangan kerja sebanyak 20 juta orang," cetusnya.



(wij/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com