Selain itu anggaran sebesar Rp 10,4 triliun disimpan dalam cadangan risiko energi. Pemerintah mengharapkan agar PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) persero dapat meningkatkan efisiensi, terutama dalam bahan bakar pembangkit.
Direktur Utama PLN Nur Pamudji mengatakan langkah efisiensi akan terus ditingkatkan. Tahun ini penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk pembangkit hanya sebesar 12%. Tahun depan diharapkan mencapai 9%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mencontohkan seperti konversi BBM ke Bahan Bakar Gas (BBG). Beberapa pembangkit telah siap untuk beroperasi dengan BBG. Misalnya pembangkit Tambalorok yang akan memasok gas sebesar 50 mmscfd.
"Contohnya pembangkit Tambalorok. Mulai November nanti akan terima gas. Full taun depan sudah menggunakan gas. Itu menerima pasokan 50 mmscfd," jelasnya.
Kemudian pembangkit Muara Karang juga telah menggunakan gas sebagai bahan bakar secara penuh. "Muara karang, 30 September sudah 100% gas. Terus tahun depan Arun. Itu 20 mw, semua pakai gas. Pasokannya untuk Aceh dan Sumut," ujar Nur Pamudji.
(mkl/dru)











































