"Contohnya wilayah perbatasan di Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur yang berbatasan dengan Serawak Malaysia dan kita jauh tertinggal. Listrik kita di sana kita beli dari Malaysia," ujar Komite Tetap Pembangunan Ekonomi Kawasan Perbatasan Kadin Indonesia James Budiono saat menjadi pembicara di Rakernas Kadin Indonesia di Hotel Aryaduta, Jakarta, Senin (28/10/2013).
Adanya fenomena itu, menurut James, membuktikan wilayah perbatasan Indonesia sangat minim infrastruktur. Padahal listrik, air bersih, dan infrastruktur lain seperti jalan dan jembatan sangat diperlukan. Ini untuk menggerakan perekonomian di daerah perbatasan. Tahun 2013, pemerintah menganggarkan khusus pembangunan proyek infrastruktur daerah perbatasan sebesar Rp 500 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pembangunan Kawasan Perbatasan Endang Kesumayadi mengatakan, ada perbedaan dan perlakuan khusus antara pemerintah Indonesia dan Malaysia. Pihak Malaysia mulai dari listrik, gas hingga gula disubsidi oleh pemerintahnya sedangkan Indonesia tidak.
Kadin tetap berkomitmen untuk membangun proyek infrastruktur untuk mengembangkan perekonomian di kawasan perbatasan.
"Ke depan untuk listrik kita bangun solar cell, anggota Kadin bekerjasama dengan LEN di Bandung untuk mengembangkan di kawasan perbatasan. Agar terealisasi kita butuh kerjasama Pemrov, Bappeda, dan PLN," cetus Endang
(wij/dnl)











































