"Namanya Liquid Green Technology Mechine yang berasal atau dibuat Jerman. Bisa mengolah batubara menjadi bensin dengan RON 94," ungkap Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pembangunan Kawasan Perbatasan Endang Kesumayadi saat ditemui di Hotel Aryaduta, Jakarta, Senin (28/10/2013).
Mesin ini sengaja dibuat dan akan datang ke Indonesia dalam waktu dekat untuk dipromosikan. Menurut Endang, harga mesin tersebut dipatok US$ 14 juta atau sekitar Rp 140 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Endang mengatakan, Indonesia adalah negara pertama di Asia yang akan menggunakan mesin tersebut. Menjadi pengguna pertama di Indonesia adalah Kadin sendiri, yang memesan 2 mesin untuk ditempatkan di 2 kabupaten/kota di Kalimantan Timur yaitu Malino dan Nunukan. Malino dan Nunukan adalah 2 kawasan yang memproduksi batubara dengan jumlah yang cukup banyak.
"Kita adalah negara pertama di Asia yang menggunakan mesin ini. Kadin akan membuka lahan pengolahan batubara menjadi BBM dengan menggunakan mesin ini di Malino dan Nunukan. Selain itu, Kadin sebagai pemegang lisensi mesin ini di Indonesia," katanya.
(wij/dnl)











































