Ini Pesan Dahlan Untuk Bos Pertamina dan PGN Soal Selisih Pipa Gas

Ini Pesan Dahlan Untuk Bos Pertamina dan PGN Soal Selisih Pipa Gas

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Kamis, 07 Nov 2013 15:36 WIB
Ini Pesan Dahlan Untuk Bos Pertamina dan PGN Soal Selisih Pipa Gas
Jakarta - Menteri BUMN Dahlan Iskan turun tangan menyelesaikan perselisihan pengembangan jalur pipa gas antara PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dan PT Pertamina (Persero). Dahlan bakal memanggil Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso dan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan.

Dahlan juga memanggil 3 personel teknis lapangan dari kedua perusahaan energi pelat merah tersebut.

"Saya panggil dirut dan tim teknis. Biar fair kalau menyangkut perdebatan teknis pipa. Saya tanya bagian teknis. Nanti saya dengarkan pendapat dirut dan pelaksana lapangan. Belum tentu dirut tahu tentang persoalan teknis. Ini petugas teknis di lapangan," ucap Dahlan di Cafe Batavia, Jakarta, Kamis (7/11/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diketahui saat ini terjadi persinggungan (cross section) antara jaringan pipa yang sedang dibangun oleh PGN dengan jalur pipa lama
milik anak usaha Pertamina yakni PetraGas. Persinggungan ini terjadi pada 11 titik di area Jawa Barat dan Jawa Timur. Hal ini kemudian
menghambat pengembangan jaringan pipa gas dan menimbulkan keberatan dari salah satu pihak.

Tahap awal, Dahlan memberi waktu 1 minggu untuk Pertamina dan PGN menyelesaikan perselisihan secara bisnis antara 2 BUMN ini. Bila pertemuan tersebut tidak mencapai titik temu, Dahlan siap memanggil Dirut PGN dan Dirut Pertamina bersama tim teknis kedua perusahaan.

"Saya dengarkan secara obyektif. Kalau saya bisa ambil kesimpulkan. Baiknya seperti ini," sebutnya.

Lalu, bila tak terjadi titik temu juga, Dahlan membuka opsi pembentukan anak usaha baru yang sahamnya akan dimiliki Pertamina dan PGN.

"Kalau saya nggak bisa ambil kesimpulan kerena sama kuatnya (alasan PGN dan Pertamina). Solusinya jadi anak usaha," sebutnya.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads