"Keberatan kita saat ini adalah pajak yang dikenakan selama eksporasi, semoga bisa dikabulkan," ungkap Presiden IPA Lukman Mahfoedz dalam acara seminar politik perpajakan di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (21/11/2013)
Lukman menjelaskan, setiap eksplorasi minyak yang dilakukan belum tentu hasilnya akan sesuai target. Sehingga, tidak ada gambaran keuntungan yang didapatkan. Sementara pajak sudah dibayar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lukman mengatakan eksplorasi minyak adalah sesuatu yang berisiko tinggi, kerugian yang ditanggung bisa cukup besar. Pemainnya pun adalah perusahaan kelas dunia. Sehingga untuk hal tersebut, perlu diberikan insentif pajak.
"Adanya insentif fiskal untuk kegiatan eksplorasi, karena risikonya tinggi, apalagi yang dilakukan di laut dalam. Tidak mungkin ada eksplorasi ini dilakukan oleh pemain lokal, karena memang pemain-pemain dunia yang mengerjakannya," terang Lukman.
(mkj/dnl)











































